Friday, January 4, 2013

Cara ternak burung kacer



Cara ternak burung kacer – Bukan hal baru lagi bagi para peternak burung. di bawah ini adalah cara ternak burung kacer, adapun perihal yang butuh di perhatikan didalam ternak burung kacer merupakan seperti berikut :



1. Kandang ternak

Yang butuh di perhatikan didalam pembuatan kandang ternak merupakan ukuran panjang 90 cm lebar 90 cm serta tinggi 180 cm, kenapa ukurannya 90x90x180 ? dikarenakan ukuran tersebut sesuaikan dengan lebar strimin, tiap-tiap pembelian strimin memiliki lebar standar 90 cm.

Untuk rangka kandang merupakan dari kayu balo, pemakaian kayu ini mengingat karakter kayu yang keras, insyaallah tahan pada serangan rayap serta cuaca serta harga nya relatif lebih murah daripada kayu jati.

Kriteria yang ideal untuk sesuatu cara ternak burung kacer adalah :


a. tumbuh-tumbuhan

b. kolam/ dapat diakali dengan cawan dari tanah liat / atau kaleng roti yang diisi air

c. area makan serta minum

d. pangkringan

e. glodok sarang

f. tulang sotong



2. indukan burung


Mutu indukan kacer memiliki dampak pada mutu anakannya, oleh karena itu, indukan kacer sebaiknya dipilih yang memiliki mutu bagus yang cirinya lebih kurang seperti berikut :

 - tidak cacat dengan fisik

 - wujud badan yang besar serta panjang

 - gerakkan gesit, enerjik, serta sorot mata tajam

 - sudah memasuki periode birahi ( kurang lebih diatas 10 bln. )

 - rajin berkicau


catatan :

a. indukan jantan dapat datang dari tangkapan muda rimba yang telah berusia kian lebih 10 bulan

b. indukan betina diusahakan melacak indukan betina yang telah jinak, umumnya indukan betina yang telah jinak datang dari burung hasil penangkaran juga yang berusia lebih kurang 1 th. ke atas.



3. Penjodohan

Masukkan calon indukan jantan ke didalam kandang penangkaran, lantas masukkan calon indukan betina kedalam sangkar harian lantas tempel terus sangkar harian tersebut ke kandang penangkaran atau masukkan sangkar harian tersebut ke didalam kandang penangkaran, lantas diamati sampai ke-2 calon indukan terlihat akur, didalam perihal ini si jantan dapat berkicau terus-terusan serta ditanggapi oleh si betina yang hinggap di dasaran sangkar sembari ngleper-ngleper. jika telah ada sinyal tanda layaknya perihal tersebut baru si betina terlepas ke kandang penangkaran.



4. Periode bertelur

Sesudah indukan digabung tidak sebagian lama si betina dapat bertelur, umumnya burung kacer bertelur 2-3 butir, janganlah lupa senantiasa sediakan tulang sotong sepanjang sistem penjodohan dikarenakan tulang sotong amat menolong didalam sistem pembuatan cangkang telur agar kuat.



5. Pengeraman


Periode pengeraman pada burung kacer umumnya berkisar sepanjang 14 hari sejak telur pertama keluar.



6. Periode penetasan

Sesudah burung kacer mengerami telurnya sepanjang 14 hari, jadi telur dapat menetas. perhatian : untuk tahu apakah telur burung kacer telah menetas atau belum baiknya dengan lihat keadaan lingkungan kandang lebih kurang adakah sisa cangkang telur yang dibuang atau tidak, baiknya untuk untuk jaga-jaga sesudah usia pengeraman 10 hari tiap-tiap pagi mengeceknya, andai kata telah ada sisa cangkang yang dibikin segera berikan makanan tambahan berbentuk kroto fresh serta jangkrik.



7. Meloloh

Pada saat meloloh, cukup berikan makanan hidup ( jangkrik, belalang, ulat, kroto ) tiap-tiap pagi, siang saat 10 serta saat 2 serta sore hari. sampai dengan si anak keluar dari glodok serta akan makan sendiri.

Umumnya anakan usia 3 minggu telah dapat keluar glodok, usia 4 minggu anakan telah studi makan dengan langkah turut mematuk-matuk jangkrik yang didapatkan dari induknya, namun untuk dapat makan sendiri usia 5 minggu. anakan kacer usia 3 minggu telah mulai keluar sarang



8. Mensapih anak

Mensapih anak saat, si anak telah akan makan sendiri atau saat si indukan telah mulai mematuki anak saat anak mendekat, itu tandanya si indukan telah akan bertelur lagi.

Sesudah perihal tersebut, segera si anak disapih didalam kurungan tersendiri. untuk membiasakan si anak makan voor, tiap-tiap pagi serta sore diberi kroto yang digabung dengan voor halus. untuk burung hasil penangkaran amat gampang sekali membiasakan dengan voor.

Thursday, January 3, 2013

Burung cucak jenggot



Burung cucak jenggot – Burung ini merupakan burung yang biasanya dijadikan master burung-burung lain seperti burung anis kembang, kacer, murai, cucak  ijo, dan sebagainya. Burung ini disebut burung cucak jenggot karena burung ini memiliki jenggot putih pada bagian leher.

Belakangan ini popularitas burung cucak jenggot meningkat karena burung ini sudah cukup dikenal dalam perlombaan burung di Indonesia, dengan demikian harga burung ini telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun belakangan.

Sebelum terkenal seperti sekarang burung ini dijual di pasar burung dengan harga kurang lebih Rp 25.000, namun belakangan ini harga burung cucak jenggot meningkat jingga mencapai ratusan ribu dan jutaan rupiah.

Kemungkinan besar dari mahalnya harga burung ini adalah karena burung ini  semakin sulit ditemui di alam bebas serta banyaknya perlombaan untuk jenis burung ini.

Sifat
Burung cucak jenggot akan berubah menjadi ganas apabila ada suatu makhluk yang dianggap akan mengganggu sarangnya. Meskipun demikian burung ini bukanlah burung petarung. Burung ini berubah menjadi ganas hanya untuk melindungi diri dari sesuatu yang mengancam dirinya atau sarangnya.

Suara kicauan burung cucak jenggot terdengar monoton dan tidak memiliki variasi. Namun burung ini menjadi rebutan karena para pehobi burung menjadikan burung ini sebagai burung master karena burung ini memiliki suara yang khas berupa tembakan-tembakan yang keras dan panjang.

Harga burung cucak jenggot bisa meroket tinggi apabila burung ini suara tembakannya yang keras dan panjang.

Ciri-ciri
Ciri Burung Cucak Jenggot Jantan :
Memiliki ukuran badan yang lebih besar daripada betina dan mempunyai bentuk simetris
 Jika ditrek dengan burung lain maka sayapnya tidak akan “ngeleper”
 Memiliki variasi suara kicauan yang lebih banyak
 Warna dada didominasi dengan warna kuning
 Mempunyai kloaka yang sempit

Ciri Burung Cucak Jenggot Betina :
 Memiliki ukuran badan yang lebih kecil daripada jantan
 Jika ditrek dengan burung lain maka sayapnya akan “ngeleper”
 Tidak memiliki variasi suaa kicauan sama sekali atau terdengar monoton
 Warna dada didominasi dengan warna putih
 Mempunyai kloaka yang lebih lebar
 Memilih Burung Cucak Jenggot

Berbeda dengan jenis burung berkicau lain. Burung betina dari jenis burung ini lebih disukai para penghobi burung daripada yang jantan.

Alasan dari para penghobi burung tersebut adalah karena  burung cucak jenggot betina lebih sering gacor daripada burung cucak jenggot yang jantan sehingga jenis betina lebih efektif bila digunakan untuk memaster burung kicauan lain.

Namun burung cucak jenggot betina memiliki kelemahan dimana suara jenis betina kurang bervariasi dan lebih cenderung monoton bila dibandingkan dengan cucak jenggot yang jantan.

Perawatan
Cara merawat burung cucak jenggot tergolong sangat  mudah dan tidak perlu mendapatkan perlakuan yang terlalu istimewa karena memang burung tidak terlalu rewel sebagaimana burung berkicau lain seperti kacer, anis kembang, murai batu, dan cucak ijo.

Asalkan sering dimandikan dan dijemur serta diberi makan jangkrik dan pisang maka burung ini akan rajin berkicau.

Burung cucak jenggot termasuk burung spesial master tembakan yang sangat keras dan tajam. Hal ini bisa dibuktikan dengan penampilannya jika sudah dalam kondisi yang terbaik burung ini akan sulit berhenti jika sudah berkicau.

Tips mengatasi burung cucak jenggot muda yang kurang gacor :
Sediakan 2 buah cepuk minuman di dalam kandang burung yang terdiri dari satu cepuk yang berisi air biasa dan satu cepuk lagi berisi madu.
Sebelum memberi pakan berupa pisang pada cucak jenggot, anda bisa mengoleskan pisang dengan madu terlebih dahulu.
Anda harus rutin memberikan EF berupa Jangkrik 1 ekor pagi sore. sebaiknya kepala jangkrik sudah dicopot dari badannya untuk memudahkan pencernaan. Kemudian masukkan jahe yang dipotong dengan seukuran  voer bias, lalu lihat perkembangannya dalam waktu 1 minggu.

Tips Mempercepat mabung nyulam Cucak Jenggot :
Tambahkan voer dengan jumlah setengah pada cepuk makanannya lalu untuk setengahnya lagi masukkan susu bubuk lalu aduk hingga merata.
Air biasa bisa diberikan sebagai minuman namun untuk EF bisa diberikan lebih banyak dari yang biasanya.
Sebelum menjemur burung sebaiknya kerodong setengah kandangnya terlebih dahulu kemudian kain kerodong disemprot dengan sprayer agar terjadi proses penguapan didalam kandang. Dengan demikian tubuh cucak jenggot akan tetap terjaga kehangatannya dan bukan malah kepanasan akibat penjemuran.
Saat menjelang petang dan malam hari kandang bisa dikerodong secara penuh.

Tips agar suara burung cucak jenggot jadi lebih jernih :
Selama dua kali dalam satu minggu air minum burung bisa diganti dengan air larutan penyegar
Selama dua kali salam satu minggu air minum burung bisa diganti dengan air teh setengah manis yang dicampur dengan sedikit perasan air jeruk nipis

Tips untuk menjaga kondisi kesehatan cucak jenggot :
Untuk satu bulan sekali, sediakan kencur, jahe, dan kunyit masing-masing berukuran 1 ruas jari jempol.
Ketiga bahan tersebut diparut halus lalu airnya diperas.
Campurkan air perasan ke dalam cepuk air minum burung.

Jika burung tidak mau minum ramuan yang ditaruh ke dalam cepuk tersebut anda bisa melakukan dengan cara lain yaitu :

Selama masa penjemuran burung, ambil semua makanan dan minuman yang ada dalam sangkar. Setelah masa penjemuran selesai anda bisa memberikan cepuk yang berisi ramuan yang sudah anda buat sebelumnya. Akan juga bisa memberikan madu sebagai tambahan pada ramuan tersebut.

Tuesday, December 18, 2012

BURUNG TRUCUKAN (MERBAH)



Burung Trucukan

Karakter dan sifat burung Trucukan, cara memilih burung Trucukan,  cara merawat burung Trucukan, cara memaster burung Trucukan, tips seputar burung Trucukan.

TIPS PANDUAN BURUNG TRUCUKAN
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk  Burung Trucukan.

Burung Trucukan merupakan keluarga dekat burung Cucak Rawa. Pamornya makin menanjak seiring dengan ramainya lomba burung berkicau di Tanah Air. Memelihara dan merawat burung Trucukan sangatlah mudah dan bisa mendatangkan kesenangan. 

KARAKTER DASAR BURUNG TRUCUKAN
Non fighter. Burung Trucukan bukanlah burung petarung, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

 PEMILIHAN BAHAN BURUNG TRUCUKAN YANG BAIK
 (CIRI-CIRI BURUNG TRUCUKAN YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Trucukan.
 
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
 
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
 
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
 
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
 
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
 
Warna bulu tegas dan kering,  diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.    

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG TRUCUKAN
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu 12%-18%), belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem  metabolisme setiap burung Trucukan. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
 
Buah Segar, burung Trucukan sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung  Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem  metabolisme rata-rata burung pemakan buah.


EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.


PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG TRUCUKAN
Perawatan harian untuk burung Trucukan relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Trucukan:
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung Trucukan lain.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING
Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 3x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi, hari Kamis pagi dan hari Sabtu pagi.
Ulat Hongkong dapat diberikan 5 ekor 3x seminggu.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.

PENANGANAN APABILA BURUNG TRUCUKAN OVER BIRAHI
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.

 PENANGANAN APABILA BURUNG TRUCUKAN KONDISINYA DROP
 Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
 Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 5x seminggu.
 Mandi dibuat 3 hari sekali saja.
 Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
 Berikan Vitamin dan Mineral.
  
 PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TRUCUKAN UNTUK LOMBA
 Perawatan lomba untuk burung  Trucukan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung trucukan agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan  perawatan lomba untuk burung Trucukan yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Trucukan:
H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan Jangkrik 2 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

PENTING
Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TRUCUKAN PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Trucukan:
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TRUCUKAN MABUNG
Mabung (Moulting) atau  rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung  Trucukan pada masa  mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung trucukan menjadi rusak.
   
Pada masa  mabung,  metabolisme tubuh burung  Trucukan meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Trucukan butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
   
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
   
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Trucukan:
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
  
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG TRUCUKAN
Irama lagu yang dimiliki burung Trucukan memegang peranan yang sangat penting di dalam  penilaian lomba burung trucukan. Karena kembali kepada  filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih  suara-suara master untuk burung Trucukan janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
 
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
 
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
 
Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.

Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses  pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
 
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya;  Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu  burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
   
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.
 
Kunci keberhasilan dalam  memaster burung Trucukan adalah  memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang  cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung  yang akan di master (burung maskot).
 
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Trucukan tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.